Rabu, Desember 29, 2010

Bisakah Vagina Longgar Dirapatkan Kembali?

Setiap wanita dalam hidupnya akan mengalami masalah dengan vagina yang menjadi longgar. Penyebab utamanya adalah proses melahirkan dan penuaan (usia). Bisakah vagina yang sudah longgar dirapatkan kembali?

Melahirkan, usia dan terlalu sering berhubungan seksual adalah faktor utama yang bisa melonggarkan vagina wanita. Namun karena sifatnya yang elastis, vagina wanita bisa kembali dirapatkan dengan metode-metode tertentu.

Seorang wanita dengan vagina longgar cenderung mengalami masalah libido rendah, hal ini karena kurang rasa penetrasi akibat vagina longgar dan dapat menyebabkan masalah pada hubungan seks.

Kondisi tersebut juga membuat wanita lebih mungkin mengalami inkontinensia (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar atau kecil) dan vagina berbau.

Di masa lalu, metode bedah atau operasi dinilai cukup efektif dan cepat untuk merapatkan dan mengencangkan kembali vagina yang sudah longgar. Namun, metode ini harus mengeluarkan uang yang cukup banyak, sehingga tak banyak wanita bisa melakukannya.

Namun sebenarnya tak perlu membuang banyak uang untuk merapatkan vagina. Latihan dan herbal tertentu bisa membantu mengembalikan otot vagina kembali rapat.

Dilansir Selfgrowth, Senin (27/12/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merapatkan vagina yang longgar:

1. Latihan Kegel
Latihan vagina terkenal yang dapat membantu memperkuat otot-otot vagina adalah latihan Kegel. Senam kegel berguna untuk melatih otot dasar panggul atau disebut dengan pubococcygeus (PC). Otot-otot yang bergerak adalah organ dalam panggul yaitu rahim, kantong kemih, dan usus.

Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik.

Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Latihan bisa dilakukan di kursi kerja, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring.

Latihan ini tidak hanya membantu memulihkan elastisitas vagina, tetapi juga meningkatkan aliran darah ke daerah vagina. Hal ini sangat efektif dalam meningkatkan libido pada wanita. Bukan hanya ini, juga dapat mempercepat membangkitkan dan meningkatkan respons terhadap rangsangan seksual.

2. Gel vagina berbahan alami
Gel pelumas vagina dengan bahan alami yang mengandung ekstrak ginseng, oak, Hamamelis atau ekstrak tanaman Pureria Mirifica. Tanaman Pureria Mirifica yang kaya akan fitoestrogen tidak hanya memastikan pengetatan vagina, tetapi juga merupakan anti-aging yang cukup baik.

3. 'Kerucut vagina' (vaginal cone)
Obat lain yang menggunakan otot untuk mengencangkan vagina adalah vaginal cone. Vaginal cone berbentuk seperti tampon dengan berat yang bervariasi.

Cara menggunakan adalah dengan memasukkan kerucut kecil ke dalam vagina dan meremasnya dengan menggunakan otot-otot vagina. Lakukan ini beberapa kali sehari sedikitnya 15 menit. Metode ini perlahan-lahan akan membantu mengencangkan otot vagina.

::SUMBER::

Bencana Akibat Berciuman

Berciuman dengan pasangan terbukti bisa meredakan stres, menenangkan jiwa dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi jika kondisi badan tidak sehat, berciuman malah bisa berbuah menjadi bencana.

Saat berciuman, kadang terjadi pertukaran saliva (air liur) antar kedua orang tersebut. Hal ini ternyata bisa menimbulkan infeksi mononuecleosis atau dikenal dengan kissing disease.

Infeksi mononuecleosis ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr dan Cytomegalovirus (CMV). Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur, lendir atau air mata.

Sebagian besar penularan penyakit adalah melalui ciuman, sehingga sering disebut dengan kissing disease. Makan dengan menggunakan sendok dan garpu yang sama, minum dari gelas yang sama serta berbagi sikat gigi juga bisa menularkan infeksi amononuecleosis.

Infeksi mikroba lain yang menyebar melalui air liur dengan menempel pada permukaan bagian dalam dari pipi dan mulut, lidah atau gigi, contohnya adalah bakteri Streptococcus, yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, termasuk penyakit gusi dan sakit tenggorokan.

Dilansir mayoclinic, Selasa (28/12/2010), berikut beberapa gejala yang ditimbulkan dari kissing disease:
Demam tinggi
Sakit tenggorokan
Pembengkakan kelenjar
Amandel
Merasa lemah dan lesu

Kebanyakan orang yang menderita penyakit ini adalah orang-orang muda, tapi tak jarang anak-anak pun bisa mengalaminya.

Namun jika terjadi pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejala yang timbul sangat ringan. Orang-orang yang telah terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala selama 4-8 minggu setelah terpapar.

Virus ini akan melewati air liur dan masuk ke dalam sel epitel bagian luar mulut dan tenggorokan, kondisi ini memungkinkan virus untuk berkembang biak dan menginfeksi sel-sel darah putih yang disebut dengan sel B.

Infeksi virus pada sel B menyebabkan penyebaran virus di seluruh getah bening, sistem kelenjar dan limpa (dikenal dengan sistem lymphoreticular).

Beberapa komplikasi dapat terjadi karena infeksi mononuecleosis ini, antara lain pembesaran limpa, ganggian hati, anemia makin parah, penurunan jumlah trombosit yang mempengaruhi pembekuan darah (trombositopenia) dan gangguan sistem saraf.

Yang perlu diingat, permukaan saluran pernapasan (hidung, mulut dan tenggorokan) kontinu dan terdiri dari jaringan yang sama. Akibatnya, mikroba yang ditemukan dalam air liur umumnya dapay ditemukan juga di bagian lain dari saluran pernapasan, termasuk hidung dan tenggorokan.

Oleh karena itu, selain menyebabkan infeksi mononuecleosis berciuman dengan orang yang tidak sehat juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti dilansir About.com antara lain herpes oral dan flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).

Penyebaran mikroba menular melalui air liur dapat terjadi ketika ketahanan alami di mulut berkurang. Sebagai contoh, infeksi gusi dapat terjadi pada orang dengan kekurangan vitamin C, sedangkan sariawan disebabkan oleh infeksi ragi Candida, lebih cenderung terjadi pada orang yang telah minum antibiotik.

Tapi sariawan tidak menular. Berbeda dengan virus herpes oral dan HFMD, sariawan tidak memiliki asal penyakit menular dan tidak dapat menyebar melalui air liur atau berciuman.

::SUMBER::

Kenapa Bisa Muncul Lesung Pipit di Pipi?

Lesung pipit atau lekuk kecil yang ada di pipi seseorang memang bisa menambah kecantikan atau ketampanan. Tapi tidak semua orang memiliki lesung pipit di wajahnya. Kenapa ada orang yang memiliki lesung pipit dan ada juga yang tidak?

Beberapa masyarakat ada yang percaya dengan mitos bahwa lesung pipit bisa terbentuk dengan cara menusukkan ujung cabai ke pipi bayi. Tapi ternyata mitos tersebut tidaklah benar, karena lesung pipit terjadi akibat kelainan dari otot pipi yang diturunkan.

Lesung pipit bisa muncul di kedua pipi atau hanya di salah satu pipi saja dan biasanya akan terlihat dengan jelas di wajah seseorang ketika ia sedang tersenyum, berbicara atau tertawa. Beberapa orang memiliki lesung pipi yang dalam dan sangat terlihat, sedangkan yang lainnya hanya terlihat samar-samar.

Fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung pipit yang dominan. Jika salah satu orangtua atau kakek neneknya memiliki lesung pipit, maka ada kemungkinan lesung pipit ini akan diturunkan ke generasi berikutnya. Anak-anak yang terlahir dari salah satu orangtua dengan lesung pipit akan memiliki kesempatan sebesar 25-50 persen.

Seperti dikutip dari NCTimes, Rabu (29/12/2010) Dr Joel Pessa, seorang ahli bedah plastik di University of Texas Health Science Center dalam makalah yang diterbitkan jurnal Clinical Anatomy tahun 1998, menuturkan lesung pipit disebabkan oleh kecacatan dari otot zygomaticus utama.

Lesung pipit yang muncul pada wajah seseorang diakibatkan oleh otot zygomaticus utama yang lebih pendek daripada ukuran sebenarnya atau otot ini terbelah menjadi dua, kondisi ini menyebabkan adanya lekukan pada pipi.

Ketika seseorang tersenyum atau berbicara, maka ada daya tarik dari kulit yang membuat lesung pipit muncul akibat efek penarikan kulit tersebut. Hal ini diketahui setelah peneliti membedah anatomi wajah 50 mayat yang memiliki lesung pipit. Lesung pipit umumnya tidak terlihat ketika seseorang sedang diam, karena otot pipi tersebut tidak mengalami penarikan atau dalam posisi diam.

Beberapa orang ada yang hanya memiliki lesung pipit ketika masih anak-anak atau muda. Hal ini karena seiring waktu otot wajah ini secara perlahan akan meregang yang membuat lesung pipit memudar atau hilang.


::SUMBER::

Ukuran Otak Pengaruhi Jumlah Teman

Banyaknya teman menandakan bahwa Anda adalah orang yang pandai bersosialisasi. Tapi penelitian baru menemukan bahwa jumlah teman bisa dipengaruhi oleh ukuran otak.

Peneliti menemukan bahwa semakin besar bagian otak yang terkait dengan emosi, maka semakin banyak pula teman yang dimilikinya.

Bagian otak tersebut adalah amygdala, yaitu bagian otak yang menyerupai bentuk almond dan bertanggungjawab pada kemampuan emosi dan juga mengontrol rasa takut.

"Semakin besar amygdala seseorang, maka semakin banyak pula jaringan sosial dan teman yang ia milikinya," jelas Paul Sanberg, direktur University of South Florida Centre of Excellence for Aging and Brain Repair, Tampa, dilansir dari Health24, Rabu (29/12/2010).

Menurut Sanberg temuan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, yang menyebutkan bahwa manusia dan primata yang memiliki amygdala besar akan terlibat dalam kelompok sosial yang agak kompleks.

Dalam studi terbaru ini tim peneliti dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital telah mempelajari otak 58 orang sehat usia 19 hingga 83 tahun.

Partisipan diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kontak teratur dengan kelompok sosialnya termasuk jumlah teman pada Facebook, yang dianggap sebagai indikasi kompleksitas orang pada jaringan sosial.

Selagi menjawab pertanyaan, ukuran amygdala otak partisipan juga diukur dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging atau CT Scan otak).

Hasilnya, ternyata semakin luas dan kompleks kelompok sosial seseorang, maka semakin besar pula ukuran amygdala otaknya. Hal ini terlepas dari usia dan jenis kelamin partisipan.

Tapi di sisi lain, tidak ada hubungan antara jumlah teman atau kelompok sosial dengan ukuran bagian-bagian otak lainnya.

"Hal ini penting agar kami dapat membantu menentukan peran amygdala dan melihat orang-orang yang mungkin mengalami masalah sosial. Jika kita memahami bagaimana amygdala yang terlibat dalam perilaku sosial, kita bisa mencari cara yang mungkin untuk membantu orang-orang," kata Sanberg.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal online Nature Neuroscience pada 26 Desember lalu.


::SUMBER::

Banyak Makan Tapi Tetap Kurus

Banyak orang yang mengurangi porsi makan agar angka di timbangannya tidak terus naik. Sebaliknya, ada orang yang justru sudah makan apa saja tapi berat badannya tak kunjung naik alias tetap kurus. Apa penyebabnya?

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori.

Dilansir Weightgainclub, Rabu (29/12/2010), orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh.

Sebaliknya, orang yang makan sedikit tetapi sangat cepat gemuk berarti memiliki sistem metabolisme yang lambat.

Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Energi ini tidak hanya digunakan untuk beraktifitas, bahkan saat Anda tidur pun tubuh tetap memerlukan energi untuk bernapas, sirkulasi darah, mengatur kadar hormon, serta pertumbuhan dan perbaikan sel.

Selain karena sistem metabolisme yang tinggi, orang yang banyak makan tetapi tetap kurus 90 persen karena memiliki pola makan, olahraga dan tidur yang salah.

Jika Anda ingin gemuk, berikut beberapa tips bagi orang yang kesulitan menaikkan berat badan karena memiliki sistem metabolisme yang tinggi:

1. Makan yang tepat
Orang dengan sistem metabolisme memerlukan lebih banyak makanan yang mengandung tinggi protein untuk perkembangan ototnya. Selain itu, sebaiknya makanlah setelah melakukan aktivitas seperti olahraga, agar segera membangun kembali otot tubuh. Makanan yang tinggi protein misalnya daging ayam, daging sapi, telur, susu, keju dan kacang-kacangan.

2. Olahraga yang tepat
Olahraga seperti jogging, lompat tali, sit up dan push up tidak akan membuat berat badan orang dengan sistem metabolisme naik. Olahraga tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan, tetapi tidak menambah massa otot. Untuk menaikkan berat badan, cobalah latihan beban (barbel atau angkat besi) tidak lebih dari 45 menit. Hal ini akan membuat otot Anda lebih besar sehingga dapat menaikkan berat badan.

3. Jumlah tidur yang tepat
Kurang tidur membuat orang dengan sistem metabolisme tinggi tak bisa gemuk, karena hal itu membuat Anda membakar kalori lebih tinggi. Untuk itu, tidurlah dengan pola dan jumlah yang cukup 6-8 jam sehari.


::SUMBER::

Kamis, Desember 23, 2010

Berapa Lama Orang Boleh Nggak Mandi?



Mandi seharusnya kegiatan yang dilakukan setiap hari untuk membersihkan tubuh, tapi beberapa orang ada yang malas mandi atau tidak bisa mandi. Berapa lama tubuh bisa menoleransi orang yang tidak mandi?

Hal yang terlintas di pikiran seseorang ketika tidak mandi adalah badan yang kotor, bau dan dijauhkan dari lingkungan sosial seperti anggota keluarga atau teman-temannya. Maka itu mandi merupakan salah satu kegiatan wajib untuk membersihkan kotoran yang melekat di tubuh.

Ada beberapa alasan kenapa orang yang jarang mandi seperti jumlah air yang tersedia hanya sedikit misalnya di daerah gurun, ketersediaan fasilitas untuk mandi khususnya di daerah yang akses kesehatannya masih terbatas, pekerjaan yang menguras waktu, sudah menjadi gaya hidupnya serta musim karena pada musim dingin orang lebih cenderung malas untuk mandi.

Seperti dikutip dari Thefrisky.com, Kamis (23/12/2010) berapa lama seseorang boleh tidak mandi umumnya bersifat relatif, tergantung dari aktivitas dan juga kondisi kesehatannya.

Namun umumnya seseorang bisa bertahan tidak mandi selama 5-7 hari, meski mungkin ada yang bisa bertahan kurang atau lebih lama dari jangka waktu itu.

Hal ini dikarenakan jika seseorang terlalu lama tidak mandi, maka kotoran yang menempel di kulit akan semakin tebal sehingga menghambat keringat untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh dan juga memungkinkan bakteri serta mikroorganisme berkembang biak di kulit.

Idealnya jika seseorang sudah merasakan badan yang lengket serta timbul gatal-gatal di kulit, itu bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya bagi tubuh untuk mandi. Jika hal ini diabaikan bisa memicu terjadinya penyakit kulit seperti kurap atau gatal-gatal yang menimbulkan ruam di kulit.

Namun kondisi ini bisa lebih parah daripada sekedar gatal-gatal seperti adanya mikroorganisme staphylococcus, maka bisa berakibat fatal terutama jika mikroorganisme ini mencapai aliran darah. Meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

Jadi walaupun tubuh bisa menerima orang tidak mandi, tapi jarang mandi bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuhnya. Sebaliknya rajin mandi akan mendapatkan sejumlah manfaat untuk tubuhnya. Apalagi jika Anda punya masalah bau badan, malah disarankan untuk sering-sering mandi.


::SUMBER::

Masalah Seks Anak Kuliahan

Masalah seks anak kuliahan kerap jadi sorotan karena masa-masa seperti ini adalah waktu ketika seseorang mulai punya keinginan seks tapi terbentur norma belum menikah. Apa saja masalah seks anak kuliahan itu?

Seperti dikutip dari buku Questions Kids Ask About Sex, karangan J. Thomas Fitch dan Melissa R. Cox, yang diterbitkan ANDI, Rabu (22/12/2010) ada beberapa masalah atau pertanyaan seks yang menghinggapi anak kuliahan, yaitu:

1. Apa yang salah dengan seks bebas?
Seks bebas bisa menghancurkan kesempatan seseorang untuk menikmati kehidupan seks yang luar biasa di masa mendatang. Masalah yang bisa timbul adalah terkena infeksi menular seksual (IMS) yang biasanya tidak menimbulkan gejala, kemungkinan hamil di luar nikah dan ketidakmampuan untuk mengembangkan hubungan intim di masa depan. Padahal seks dirancang untuk menjadi ikatan khusus dalam hubungan pernikahan secara permanen.



2. Jika terkena IMS, apakah akan mempengaruhi hubungan seks dalam penikahan atau kesempatan untuk punya anak?
IMS bisa disebabkan oleh bakteri dan parasit (klamidia, sifilis, vaginosis bakterial) yang bisa diobati atau akibat virus (HIV, herpes simpleks virus dan HPV) yang tidak bisa diobati sepenuhnya. Laki-laki bisa mengalami kemandulan sementara karena infeksi klamidia atau gonorrhea (kencing nanah), namun bisa disembuhkan dengan pengobatan.

Sedangkan IMS akibat virus bisa menetap di dalam tubuh meski gejalanya sudah hilang dan ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu seorang laki-laki bisa dibenci oleh istrinya karena telah menularkan infeksi yang sangat menyakitkan. Jika seseorang memiliki riwayat pernah mengidap IMS, ada kemungkinan menyebabkan permasalah di dalam rumah tangganya.

3. Apakah bahaya berhubungan seks jika sudah bertunangan?
Meskipun alat kontrasepsi yang digunakan mengklaim aman, selalu saja ada kemungkinan untuk hamil yang bisa membatalkan pertunangan atau justru membuatnya menikah dalam keadaan hamil. Kondisi ini bisa memicu terjadinya aborsi yang dapat mempengaruhi sistem reproduksinya kelak.

4. Kapan sebaiknya waktu untuk menikah?
Waktu yang tepat untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kesiapan masing-masing orang dalam hal finansial dan emosional. Untuk itu tidak ada angka pasti yang menunjukkan waktu terbaik bagi seseorang untuk menikah.

5. Apa salahnya tinggal bersama (kumpul kebo)?
Tinggal bersama biasanya dilakukan untuk melihat kecocokkan dalam pernikahan atau bagi orang yang takut untuk berkomitmen dengan penikahan. Namun nyatanya kondisi ini tidak menunjukkan keuntungan apapun. Selain itu kumpul kebo sangat memungkinkan orang untuk bergonta ganti pasangan yang membuatnya berisiko terkena infeksi penyakit menular.

Selain itu orang yang kumpul kebo lebih rentan terhadap kekerasan, memiliki hubungan yang tidak sehat, serta mengalami tingkat depresi yang lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menikah.

6. Bisakah seseorang tidak menikah dan tetap hidup bahagia?
Jawabannya adalah bisa saja, karena ada beberapa alasan yang membuat seseorang tidak menikah seperti karena kepercayaan, sangat mencintai pekerjaannya atau memang memilih untuk tidak menikah. Kondisi ini biasanya karena ia memiliki keluarga dan teman, memiliki tujuan hidup serta tahu bahwa dirinya dicintai.



::SUMBER::