Minggu, Oktober 09, 2011

8 Rahasia Hidup Steve Jobs




VIVAnews - Steve Jobs meninggal di usia 56 tahun. Jobs menutup mata untuk selamanya setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker pankreas. Jobs meninggal dengan mewariskan sejumlah inovasi, yang ada di sejumlah produk Apple.

Jobs merupakan ikon era digital. Ia memulai ''kehidupan Silicon Valley' dengan mendirikan Apple bersama Steve Wozniak dari garasi rumahnya. Selama ini, pria berkacamata itu dikenal sebagai orang yang berhasil membangun Apple menjadi salah satu raksasa digital.

Tapi, tahukah Anda, ada sisi lain dari kehidupan Jobs yang mungkin belum Anda ketahui semuanya. Berikut sisi lain Jobs yang mungkin di antaranya bisa mengejutkan Anda seperti dikutip dari Hollyscoop:

1. Drop out sekolah. Seperti Mark Zuckerberg yang drop out dari sekolah dan membuat Facebook, Jobs juga putus sekolah. Jobs sempat kuliah di Reed College di Portland, Oregon tetapi drop out setelah enam bulan. Setahun kemudian ia mendirikan Apple.

2. Setelah putus sekolah, Jobs pergi ke India dan bereksperimen dengan obat kejiwaan LSD.

3. Steve Jobs seorang pengikut Budha. Dia sangat tertarik dan pernah berpikir untuk bergabung di sebuah biara dan menjadi seorang biarawan. Ia menikah dengan tradisi Budha oleh seorang biksu Zen yang juga guru spiritual pribadinya.

4. Ia mendirikan Pixar. Banyak orang tidak tahu bahwa pada 1986, Jobs membeli studio animasi, Pixar senilai US$5 juta dan memberikan tambahan dana US$5 juta untuk bereksperimen dengan animasi. Jobs juga menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab untuk penjualan Pixar ke Disney hampir 20 tahun kemudian.

5. Jobs anak adopsi. Ia dilahirkan dari seorang ibu yang masih sekolah dan tidak menikah. Jobs kemudian diadopsi oleh pasangan Armenia, Paul dan Clara Hagopian. Pada 1990-an, ia memutuskan untuk melacak adiknya yang hilang dan akhirnya bertemu. Dan tidak mengejutkan, karena adiknya, Mona Simpson adalah seorang penulis sukses dan profesor di UCLA.

6. Jobs seorang playboy, sebelum ia menikahi istrinya, Laurene Powell pada 1991, ia sempat menjalin hubungan dengan beberapa artis Hollywood ternama pada saat itu. Sebut saja aktris Dianne Keaton dan Joan Baez. Dia juga memiliki anak dari seorang perempuan, Chrisann Brennan. Awalnya ia menolak anak tersebut. Namun, akhirnya ia mengakui sebagai ayah dari anak itu.

7. Jobs tidak makan daging. Dia sebenarnya adalah pescetarian, yang berarti mengonsumsi ikan, tapi tidak daging lain. Dia biasanya makan telur dan susu dan makanan vegetarian lainnya.

8. Dia pria super kaya. Jobs diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$8,3 miliar. Dia tercatat sebagai orang terkaya di urutan 39 versi Forbes untuk kategori Orang Terkaya di Amerika pada 2011. (art)

Kamis, Oktober 06, 2011

7 Poin Yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Hidup Steve Jobs




Untuk mengenang Steve Jobs dan memperkenalkan kepada dunia bahwa betapa hebatnya seorang Steve Jobs, saya ingin menuliskan biografi singkat Steve Jobs beserta 7 poin yang bisa kita pelajari dari kehidupan Steve Jobs selama hidupnya, 56 tahun.

Meski agak panjang, saya rasa artikel ini sudah sangat singkat untuk menceritakan kisah hebat pada diri Steve Jobs. Kisah yang mengubah dunia dan menginspirasi dunia teknologi.

Steve terlahir dengan nama Steve Paul Jobs. Lahir pada 25 Februari 1955 di San Fransisco, Amerika Serikat, Jobs kecil mendapatkan nama tersebut dari orang tua adopsinya Paul dan Clara jobs. Tak jelas kenapa Jobs diadopsi oleh kedua orang ini.

Orangtua biologis daripada Steve Jobs sebenarnya juga memiliki otak cemerlang. Sang ayah, Abdulfattah John Jandali adalah seorang profesor sains politik. Sedangkan ibunya, Joanne Simpson ialah seorang ahli terapi bicara.

Mulai mendirikan Apple
Jobs mulai bekerja pada 1974 di Atari dengan profesi teknisi. Atari adalah perusahaan yang mendesain circuit board. Pada 1976, Jobs mendirikan perusahaan bersama Steve Wozniak rekannya, perusahaan yang sekarang dikenal dengan logo apple berwarna putih, Apple. Dengan visi ingin mengubah dunia, Jobs memulai perjalanan karirnya.

Setelah mengeluarkan komputer pertama yang bernama Macintosh, Steve Jobs harus rela dipecat oleh CEO Apple saat itu yang bernama John Sculley. Ketegangan internal mengakibatkan keretakan hubungan kerja yang juga berimbas dengan menurunnya kinerja perusahaan. Jobs juga dianggap sebagai seorang pemarah, mudah berubah pikiran dan keras kepala.

Poin pertama, disini tampak jelas sekali bahwa Jobs berada di titik terendah dalam hidupnya, ditinggalkan rekannya dan harus keluar dari perusahaan yang dia impikan.

Bukan Steve Jobs namanya kalau ia menyerah dengan kondisi hidupnya. Jobs lantas mendirikan perusahaan baru bernama NeXT Computer. Produk yang dihasilkannya di NeXT dianggap gagal dan mahal. Penderitaan Steve Jobs masih belum berakhir.
Meski gagal, poin kedua ini membuat perjalanan karir Steve menjadi lebih baik di masa depan.

Poin ketiga: Jobs yang mengakuisisi Pixar di tahun 1986, sebuah studio film animasi kecil, mulai beranjak sukses di tahun berikutnya. Sukses Jobs ini diperoleh setelah merilis film Toy Story di tahun 1995. Saya masih ingat film ini dulu sangat saya sukai, dan saya rasa kamu juga. Dari sini saya mempelajari bahwa Jobs selalu mencari atau mungkin membuat jalan kesuksesannya sendiri. Tanpa terbayang-bayang masa lalu yang sebenarnya cukup membuatnya stres. Tak hanya itu, Jobs bisa memulai kisah sukses dari bidang yang bukan industri komputer, film animasi.

Di akhir 1996, Jobs berusaha agar Apple mau mengakuisisi NeXT. Dengan dalih bahwa NeXT memiliki sistem operasi yang dibutuhkan Apple, Jobs berhasil menjual NeXT kepada Apple seharga USD 429 Juta.

Poin keempat, sekali lagi Jobs tak berhenti dengan kesuksesan Toy Story. Jobs juga berhasil merubah perusahaan yang tak menguntungkan menjadi modal besar baginya.

Berkat kepiawaiannya, Jobs yang saat itu kembali ke Apple akhirnya menjabat sebagai CEO. Dari tahun 1997, Jobs lantar mengeluarkan produk Apple fenomenal seperti iPod, iMac, iPhone, iPad dan iCloud yang sukses mengantarkan Apple sukses besar, bahkan di bursa saham.

Poin kelima ini, Jobs meraih sukses berkat kerja keras, semangat pantang menyerah dan keinginan untuk menciptakan produk yang mengubah dunia, sesuai dengan visi saat ia mendirikan Apple pertama kali.

Poin keenam,
Jobs harus mengalami masa jayanya itu dengan dihantui kanker pankreas pada Agustus 2004 dan akhirnya harus menjalani operasi. Jobs yang akhirnya dinobatkan sebagai CEO terbaik Amerika, mengalami yang namanya cuti masuk berulang kali akibat kondisi kesehatannya yang kurang baik. Disini, Jobs masih memikirkan dunia dan terus menciptakan produk walau masih dalam kondisi tak sehat.

Poin ketujuh Jobs mengenal dirinya dan berpikir untuk perusahaan. Memilih Tim Cook sebagai CEO Apple berikutnya, Jobs pun mengundurkan diri dari Apple. Dengan alasan kondisi kesehatan yang terus menurun, Jobs resmi mengundurkan diri pada 24 Agustus 2011. Publik pun meragukan warisan Jobs, Apple, yang dianggap kurang berpengaruh tanpa kehadiran Steve Jobs. Meski bursa saham sempat menunjukkan angka penurunan, saham akhirnya pulih bahkan sempat naik.

05 Oktober 2011, Jobs harus pergi meninggalkan dunia yang dicintainya, publik yang mencintainya, perusahaan yang dicintainya dan impiannya yang mungkin masih belum tercapai. Jobs kalah menghadapi kanker pankreas dan penyakit-penyakit lain yang terus mengganggunya selama ini. Publik atau mungkin bisa saya sebut dunia, berduka atas kepergian Steve Jobs.

Steve yang dulunya terkenal pemarah, kini malah dianggap sebagai seorang yang visioner. Dalam keluarga, ia dianggap sebagai ayah yang hangat. Bahkan publik banyak yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi Steve Jobs di dunia teknologi, tak terkecuali Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Jobs seolah menjadi seorang yang berbeda. Ya, dia berubah menjadi orang yang lebih baik.


Tujuh poin diatas, saya merasa termotivasi oleh kisah hidup Steve Jobs. Jobs populer berkat kontribusinya yang sangat terasa. Ia juga pantang menyerah dengan keadaan, selalu berusaha menjadi lebih baik dan memberikan lebih baik. Meski tak semua orang memiliki gadget Apple, saya rasa hampir semua orang tahu apa itu Apple. Karya dan jasanya akan dikenang dalam beberapa generasi mendatang.


Mengenang Steve Jobs ( Co-Founder Apple inc. )


Entrepreneurship, Inspiring Person

Tiga Hal Menggetarkan dari Steve Jobs

Kalau suka menonton film animasi seperti Toy Story, a Bugs Life, Finding Nemo, Monster Inc, dan The Incredible, kemungkinan besar Anda tahu Pixar — perusahaan animasi yang membidani film-film animasi tersebut. Kalau suka dengan dunia desain dan pengguna Mac, Anda pasti kenal Steve Jobs, sang perintis Apple Macintosh, yang kini merajalela dengan iPod-nya.
Steve Jobs merupakan fenomena entrepenuer dunia, yang mengalami perjalanan bisnis dan hidup yang luar biasa. Ia mendirikan Apple Computer, namun kemudian ditendang dari kursi CEO oleh Dewan Direksi. Sungguh pahit rasanya jika kita melahirkan sesuatu kemudian kita dipisahkan darinya. Namun ia bangkit dan membalikkan situasi. Ia membangun NEXT, yang kemudian disusul dengan perusahaan lain yakni Pixar yang melahirkan film animasi komputer pertama di dunia. Ia akhirnya berhasil kembali ke Apple melalui melalui proses akuisisi Apple terhadap Next. Kini, di tangannya kembali, Apple menggegerkan dunia dengan inovasi iPod yang mengalahkan kepoluleran Walkman Sony.
Ketika lahir, ibunya memutuskan untuk menyerahkannya ke orang lain. Ia tak pernah lulus kuliah. Ia pun pernah divonis mati karena kanker pankreas. Namun ia bisa melewati semua itu dengan baik.
(update Kamis, 6 Oktober 2011: kemarin, 5 Oktober 2011, Steve Jobs, kelahiran 24 Februari 1955, akhirnya meninggal karena kanker)
Ketika diundang ke Universitas Stanford, Steve Jobs memberikan pidato yang sangat luar biasa mengenai tiga hal. Dengan bahasa yang indah, lembut, terstruktur, penuh dengan kedalaman filosofi namun mencuatkan semangat hidup, ia menginspirasi banyak mahasiswa di sana.
Saya takut menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia karena sangat berpotensi mengerdilkan suasana batin Steve Jobs saat menulis ini.
Berikut ini saya kutipkan penuh pidatonya dua setengah tahun lalu.
Semoga bermanfaat.



Steve Jobs’ Convocation Speech (Stanford)


This is the text of the Commencement address by Steve Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation Studios, delivered on June 12, 2005.
I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation.
Today I want to tell you three stories from my life.
That’s it. No big deal. Just three stories.

The first story is about connecting the dots.

I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out?
It started before I was born. My biological mother was a young, unwed college graduate student, and she decided to put me up for adoption. She felt very strongly that I should be adopted by college graduates, so everything was all set for me to be adopted at birth by a lawyer and his wife. Except that when I popped out they decided at the last minute that they really wanted a girl. So my parents, who were on a waiting list, got a call in the middle of the night asking: “We have an unexpected baby boy; do you want him?” They said: “Of course.” My biological mother later found out that my mother had never graduated from college and that my father had never graduated from high school. She refused to sign the final adoption papers. She only relented a few months later when my parents promised that I would someday go to college.
And 17 years later I did go to college. But I naively chose a college that was almost as expensive as Stanford, and all of my working-class parents’ savings were being spent on my college tuition. After six months, I couldn’t see the value in it. I had no idea what I wanted to do with my life and no idea how college was going to help me figure it out. And here I was spending all of the money my parents had saved their entire life. So I decided to drop out and trust that it would all work out OK. It was pretty scary at the time, but looking back it was one of the best decisions I ever made. The minute I dropped out I could stop taking the required classes that didn’t interest me, and begin dropping in on the ones that looked interesting.
It wasn’t all romantic. I didn’t have a dorm room, so I slept on the floor in friends’ rooms, I returned coke bottles for the 5? deposits to buy food with, and I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it. And much of what I stumbled into by following my curiosity and intuition turned out to be priceless later on. Let me give you one example:
Reed College at that time offered perhaps the best calligraphy instruction in the country. Throughout the campus every poster, every label on every drawer, was beautifully hand calligraphed. Because I had dropped out and didn’t have to take the normal classes, I decided to take a calligraphy class to learn how to do this. I learned about serif and san serif typefaces, about varying the amount of space between different letter combinations, about what makes great typography great. It was beautiful, historical, artistically subtle in a way that science can’t capture, and I found it fascinating.

None of this had even a hope of any practical application in my life. But ten years later, when we were designing the first Macintosh computer, it all came back to me. And we designed it all into the Mac. It was the first computer with beautiful typography. If I had never dropped in on that single course in college, the Mac would have never had multiple typefaces or proportionally spaced fonts. And since Windows just copied the Mac, its likely that no personal computer would have them. If I had never dropped out, I would have never dropped in on this calligraphy class, and personal computers might not have the wonderful typography that they do. Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college. But it was very, very clear looking backwards ten years later.
Again, you can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something – your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.

My second story is about love and loss.

I was lucky ? I found what I loved to do early in life. Woz and I started Apple in my parents garage when I was 20. We worked hard, and in 10 years Apple had grown from just the two of us in a garage into a $2 billion company with over 4000 employees. We had just released our finest creation – the Macintosh – a year earlier, and I had just turned 30. And then I got fired. How can you get fired from a company you started? Well, as Apple grew we hired someone who I thought was very talented to run the company with me, and for the first year or so things went well. But then our visions of the future began to diverge and eventually we had a falling out. When we did, our Board of Directors sided with him. So at 30 I was out. And very publicly out. What had been the focus of my entire adult life was gone, and it was devastating.

I really didn’t know what to do for a few months. I felt that I had let the previous generation of entrepreneurs down – that I had dropped the baton as it was being passed to me. I met with David Packard and Bob Noyce and tried to apologize for screwing up so badly. I was a very public failure, and I even thought about running away from the valley. But something slowly began to dawn on me ? I still loved what I did. The turn of events at Apple had not changed that one bit. I had been rejected, but I was still in love. And so I decided to start over.
I didn’t see it then, but it turned out that getting fired from Apple was the best thing that could have ever happened to me. The heaviness of being successful was replaced by the lightness of being a beginner again, less sure about everything. It freed me to enter one of the most creative periods of my life.
During the next five years, I started a company named NeXT, another company named Pixar, and fell in love with an amazing woman who would become my wife. Pixar went on to create the worlds first computer animated feature film, Toy Story, and is now the most successful animation studio in the world. In a remarkable turn of events, Apple bought NeXT, I retuned to Apple, and the technology we developed at NeXT is at the heart of Apple’s current renaissance.
And Laurene and I have a wonderful family together.

I’m pretty sure none of this would have happened if I hadn’t been fired from Apple. It was awful tasting medicine, but I guess the patient needed it. Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith. I’m convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle.

My third story is about death.
When I was 17, I read a quote that went something like: “If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.” It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: “If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?” And whenever the answer has been “No” for too many days in a row, I know I need to change something.
Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure – these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.
About a year ago I was diagnosed with cancer. I had a scan at 7:30 in the morning, and it clearly showed a tumor on my pancreas. I didn’t even know what a pancreas was. The doctors told me this was almost certainly a type of cancer that is incurable, and that I should expect to live no longer than three to six months. My doctor advised me to go home and get my affairs in order, which is doctor’s code for prepare to die. It means to try to tell your kids everything you thought you’d have the next 10 years to tell them in just a few months. It means to make sure everything is buttoned up so that it will be as easy as possible for your family. It means to say your goodbyes.
I lived with that diagnosis all day. Later that evening I had a biopsy, where they stuck an endoscope down my throat, through my stomach and into my intestines, put a needle into my pancreas and got a few cells from the tumor. I was sedated, but my wife, who was there, told me that when they viewed the cells under a microscope the doctors started crying because it turned out to be a very rare form of pancreatic cancer that is curable with surgery. I had the surgery and I’m fine now.
This was the closest I’ve been to facing death, and I hope its the closest I get for a few more decades. Having lived through it, I can now say this to you with a bit more certainty than when death was a useful but purely intellectual concept:
No one wants to die. Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.
Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.
When I was young, there was an amazing publication called The Whole Earth Catalog, which was one of the bibles of my generation. It was created by a fellow named Stewart Brand not far from here in Menlo Park, and he brought it to life with his poetic touch. This was in the late 1960′s, before personal computers and desktop publishing, so it was all made with typewriters, scissors, and polaroid cameras. It was sort of like Google in paperback form, 35 years before Google came along: it was idealistic, and overflowing with neat tools and great notions.
Stewart and his team put out several issues of The Whole Earth Catalog, and then when it had run its course, they put out a final issue. It was the mid-1970s, and I was your age. On the back cover of their final issue was a photograph of an early morning country road, the kind you might find yourself hitchhiking on if you were so adventurous. Beneath it were the words: “Stay Hungry. Stay Foolish.” It was their farewell message as they signed off. Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you.
Stay Hungry – Stay Foolish.

Rabu, September 28, 2011

Mengetahui Sifat Manusia Dari Huruf Depan

A:
Anda tak romantis tetapi lebih tertarik pada tindakan. Bersama Anda, apa yang dilihat adalah yang didapat. Anda tidak punya kesabaran untuk bermain mata dan tak mau repot meladeni seseorang yang malu-malu kucing, manis, pura-pura sopan dan amat memikat hati. Anda adalah seseorang digaris depan. Daya tarik fisik pasangan penting untuk Anda.

B:
Anda menyukai suasana romantis, penuh dengan suasana jamuan makan malam penuh dengan anggur. Anda senang menerima hadiah-hadiah sebagai tanda cinta dari pasangan. Anda ingin dimanja dan tahu bagaimana memanjakan pasangan. Anda dapat mengontrol hasrat dan puasa dari seks bila harus demikian. Anda membutuhkan sensasi dan pengalaman baru. Anda ingin bereksperimen.

C:
Anda adalah pribadi yang sangat sosial oleh karenanya penting untuk punya hubungan pribadi. Anda butuh kedekatan dan kebersamaan. Anda harus dapat bicara dengan pasangan sebelum, selama dan sesudah bercinta. Anda ingin obyek kasih sayang Anda dapat diterima secara sosial dan kelihatan
ganteng/cantik. Anda melihat kekasih sebagai teman dan pendamping.

D:
Sekali kepala Anda memberitahu bahwa Anda butuh seseorang, Anda mulai bergerak dengan penuh semangat untuk mengejarnya, siapapun orangnya dan dimanapun dia. Anda tak menyerah dengan mudah. Anda adalah tipe orang pengejar lawan jenis, punya semangat ngemong dan peduli bila orang lain punya masalah. Anda terdorong oleh hal eksentrik dan tak biasa, bebas dan terbuka.

E:
Kebutuhan terbesar Anda adalah bicara. Jika teman kencan Anda bukan pendengar yang baik, hubungan Anda bisa buruk. Pasangan Anda harus menarik secara intelektual. Jika tidak, Anda tak akan tertarik secara seksual padanya. Anda butuh teman untuk seorang kekasih sekaligus pendamping untuk teman tidur. Anda membenci ketidakharmonisan dan gangguan tetapi menikmati perdebatan sesekali.

F:
Anda termasuk orang idealis dan romantis serta seorang pemuja lawan-jenis. Anda mencari pasangan hidup yang terbaik. Anda senang main mata tetapi sekali berkomitmen, Anda sangat setia pada pasangan. Anda sensual, seksi dan bergairah secara pribadi. Di muka publik Anda tampak
senang pamer, mewah dan gagah.


G:
Anda orang yang sangat pemilih, mencari kesempurnaan pada diri sendiri dan kekasih. Anda hanya menanggapi kekasih yang secara intelektual sama atau lebih dan orang yang dapat meningkatkan status. Anda orang yang sensual dan tahu bagamana meraih puncak stimulasi erotis karena Anda
mengerjakannya dengan amat cermat.

H:
Anda mencari pasangan yang dapat menaikkan reputasi dan mendapatkan ketrampilan. Anda sangat baik terhadap kekasih sekali waktu menjalani komitmen. Hadiah-hadiah Anda sebenarnya merupakan investasi bagi pasangan. Sebelum menjalani komitmen, Anda adalah kekasih yang sensual dan sabar. Bila sudah menyukai seseorang akan ditunggunya sampai kapanpun untuk meluluhkan hati pasangan yang disukainya. Berani bersaing dan penuh


I:
Anda memiliki kebutuhan besar untukdicintai dan dihargai...bahkan keinginan untuk dipuja. Anda menikmati kemewahan, sensualitas dan kenikmatan ragawi. Anda mencari kekasih yang tahu apa yang dikerjakan. Anda tidak tertarik pada seorang amatir kecuali amatir yang membutuhkan seorang tutor. Anda cerewet dan menghabiskan banyak tenaga untuk membuat keinginan terpenuhi.

J:
Anda sangat romantis dan terkait dengan kemewahan cinta. Memiliki pasangan adalah hal yang sangat penting bagi Anda, tapi kadang sangat sulit untuk mendapatkan. Anda bebas dalam menyatakan cinta dan ingin mengambil kesempatan dengan banyak pasangan, mencoba pengalaman seks dengan pasangan baru, membuat semuanya terasa enak. Otak memicu Anda. Anda harus merasa bahwa pasangan mendorong secara intelektual.

K:
Tak ada kata lain Anda benar-benar luar biasa mengagumkan!!!!! (ah...masa sich ga pecaya..hehe)

L:
Anda sangat romatis, idealis kadang percaya bahwa mencintai berarti berkorban. Anda mengakhiri hubungan atau berhenti menarik hati orang yang punya masalah tak biasa. Anda melihat diri sendiri sebagai penyelamat kekasih. Anda tulus, penuh kasih, penuh nafsu dan mimpi. Anda mudah jatuh cinta. Anda berfantasi dan terdorong oleh film dan majalah. Anda tidak mengatakan rahasia hidup kepada orang lain. Tak juga fantasi seksual Anda.

M:
Emosional dan bersemangat. Ketika terlibat dalam sebuah hubungan, Anda melempar seluruh diri Anda di dalamnya. Tak ada yang bisa menghentikan Anda, tak ada satu palang pun yang menghalangi Anda. Anda habis-habisan dan mengidamkan seseorang yang sama penuh kasih dan bersemangat. Anda percaya pada kebebasan seksual total. Anda ingin mencoba semua. Pasokan energi seksual Anda tak ada matinya. Anda juga senang bertindak seperti ibu? bagi pasangan.

N:
Maaf ya...Anda payah di tempat tidur (upzzz....sorry)

O:
Anda sangat tertarik terhadap kegiatan seksual tetapi sangat tertutup dan malu mengakui hasrat ini. Anda dapat mengarahkan banyak dari energi seksual itu untuk menghasilkan uang dan atau mencari kekuasaan. Anda dengan mudah dapat memperpanjang periode lajang Anda. Anda penuh kasih,
penuh gairah, pecinta seks menuntut hal yang sama dan pasangan.

P:
Anda sangat sadar akan norma sosial. Anda tak akan memikirkan melakukan sesuatu yang membahayakan citra atau reputasi. Penampilan itu penting. Anda membutuhkan pasangan yang kelihatan tampan/cantik juga pandai. Anehnya, Anda kadang memandang pasangan sebagai musuh untuk mendorong getaran seks.

Q:
Anda butuh aktivitas dan dorongan konstan. Anda punya banyak sekali energi fisik. Tak mudah bagi seorang pasangan untuk tetap bersama dengan Anda, baik secara seksual maupun hal lain. Anda adalah kekasih yang antusias dan cenderung tertarik pada orang dari kelompok etnis lain. Anda butuh roman, jantung hati dan bunga dan banyak perbincangan untuk menaikkan gairah dan berlanjut ke kegiatan seks.

R:
Anda orang yang sangat logis dan sangat berorientasi pada tindakan. Anda butuh seseorang yang dapat mengikuti langkah dan secara intelektual menyamai, lebih cerdas lebih baik. Anda menjadi bergairah lebih cepat karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Namun ketertarikan fisik amat penting bagi Anda. Anda harus merasa bangga pada pasangan.


S:
Anda sangat tertutup, menahan diri dan malu. Anda sangat seksi, sensual dan bengairah tetapi tak membiarkan hal ini. Hanya dalam keintiman pribadi Anda membiarkan alam membuka rahasia Anda. Ketika seks menjadi hal fundamental, Anda adalah seorang ahli. Anda tahu semua trik kecil, dan sanggup bersandiwara atau bermain-main dan membuat kehidupan cinta menjadi sangat serius. Anda punya kesabaran untuk menunggu orang yang tepat.

T:
Anda sangat sensitif, pribadi dan pasif secara seksual. Anda menyukai pasangan yang mengambil pimpinan. Msuik, lampu yang temaram dan pikiran romantis menaikkan gairah Anda. Anda berfantasi tetapi tidak mudah jatuh cinta. Ketika sedang kasmaran, Anda bisa romantis, idealis,menggelegak, dan amat bersemangat.

U:
Anda bersikap antusias dan idealis ketika sedang jatuh cinta. Ketika tidak sedang jatuh cinta, Anda jatuh cinta dan selalu mencari seseorang untuk dipuja. Anda melihat roman sebagai tantangan. Dorongan seks Anda kuat dan bernafsu untuk langsung dikagumi. Anda ingin menempatkan kesenangan pasangan di atas keinginan diri sendiri.

V:
Anda individualis dan butuh kebebasan, ruang dan kehebohan. Anda menunggu sampai kenal seseorang dengan baik sebelum berkomitmen. Mengenal seseorang berarti menjiwainya. Anda merasa butuh mengerti isi kepalanya untuk mengerti apa yang mambuatnya bergerak. Anda tertarik pada orang bertipe eksentrik. Seringkali ada perbedaan usia antara Anda dan pasangan.

W:
Anda sangat bangga, tekun dan menolak tantangan ketika mengejar cinta. Ego Anda dipertaruhkan. Anda romantis, idealis dan sering jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan tidak melihat pasangan sebagai dirinya sendiri. Anda merasa benar-benar melemparkan seluruh diri Anda ke dalam hubungan. Tak ada yang terlalu baik untuk pasangan. Anda menikmati percumbuan.

X:
Anda butuh stimulasi konstan karena mudah bosan. Anda dapat berpacaran dengan lebih dari satu orang dengan mudah. Anda tak dapat mematikan pikiran. Anda terus bicara selagi bercinta. Anda punya hubungan cinta yang hebat, semuanya oleh diri sendiri dan di dalam kepala.

Y:
Anda seksi, sensual dan sangat mandiri. Bila tak mendapatkannya dengan cara Anda sendiri, Anda menghentikan segala sesuatunya. Anda ingin mengontrol hubungan yang tidak selalu berjalan dengan baik Anda merespon dorongan fisik, menikmati sentuhan di leher dan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyentuh, merasakan dan mengeksplorasi.

Z:
Bagi Anda bisnis harus didahulukan dibanding urusan seks. Jika Anda diganggu urusan karir, bisnis atau urusan uang, Anda akan susah untuk rilek dan mendapat mood untuk bercinta.

Kamis, September 22, 2011

Bila Ingin Jadi Pejantan Tangguh Jangan Buang Sperma Tiap Hari

Banyak yang beranggapan bahwa berhubungan seks setiap hari dapat membuat peluang kehamilan semakin besar. Padahal, ejakulasi terlalu sering justru bisa menurunkan volume sperma dan mengurangi kualitas kesuburan. Setidaknya beri jeda 3 hari agar Anda menjadi pejantan tangguh.

Ejakulasi (proses pengeluaran sperma) yang dilakukan terlalu sering bisa mengurangi jumlah dan volume sperma. Sebuah penelitian menunjukkan ejakulasi dua kali dalam sehari bisa menurunkan tingkat sperma 29 persen, sedangkan ejakulasi tiga kali sehari bisa menurunkan hingga 41 persen sperma.

Bila Anda ingin menjadi pria subur dan mempercepat kehamilan, setidaknya beri jeda selama 3 hari untuk melakukan ejakulasi, baik melalui masturbasi maupun hubungan badan.

Hal ini berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan testis untuk memproduksi sperma dan membuatnya cukup matang untuk membuahi sel telur wanita.

Pria yang sehat akan memproduksi 70-150 juta sperma per hari. Sperma ini terdapat dalam air mani yang mana rata-rata volume air mani normal yang dihasilkan pada ejakulasi adalah 2-5 ml (setengah sampai 1 sendok makan ukuran Inggris).

Sperma diproduksi di testis dan membutuhkan waktu selama 70 hari (10 minggu) untuk menjadi matang. Sperma yang matang ini bisa menunggu selama dua minggu di daerah yang disebut epididimis (waduk penyimpanan sperma), yang berada di atas testis, sebelum dapat meninggalkan tubuh dalam air mani selama ejakulasi, seperti dilansir Netdoctor, Kamis (22/9/2011).

Perkembangan sperma dimulai dari sel disebut spermatogonium. Spermatogonium membelah untuk menghasilkan spermatosit, yang kemudian berkembang menjadi spermatid. Spermatid mengembangkan ekornya dan sel secara bertahap untuk memperoleh kemampuan untuk bergerak. Spermatid akhirnya berkembang menjadi spermatozoa matang.

Proses ini memakan waktu sekitar 60 hari dan sperma kemudian butuh 10 sampai 14 hari lebih untuk melewati saluran dari masing-masing testis.

Selain mengurangi volume sperma dan kesuburan, terlalu sering ejakulasi juga bisa berdampak pada kesehatan.

Saat terjadi ejakulasi tubuh akan merangsang fungsi saraf parasimpatik. Namun bila stimulasi yang diterima terlalu banyak, maka tubuh akan menghasilkan hormon seks dan neurotransmitter seperti acethylcoline, dopamin dan serotonin secara berlebihan.

Terlalu banyak hormon dan neurotransmiter dapat menyebabkan kelenjar otak dan adrenalin melakukan konversi dopamin-norepinefrin-epinefrin secara berlebihan, yang akan menyebabkan otak dan fungsi tubuh yang sangat simpatik. Ejakulasi terlalu sering akan menyebabkan perubahan besar pada kimia tubuh.

Meskipun ejakulasi dianggap sebagai perilaku seksual yang sehat, tapi bila dipraktikkan terlalu sering dapat menyebabkan ketidakseimbangan psikologis dan fisiologis.

Perubahan kimia dalam itu tubuh akan menyebabkan efek samping sebagai berikut, seperti dilansir hbbase:
Kelelahan
Sakit punggung bagian bawah
Rambut rontok atau penipisan rambut
Ereksi lemah
Ejakulasi dini
Mata atau penglihatan kabur
Selangkangan atau testis sakit
Nyeri di rongga panggul
Depresi
Masalah memori

Bagi pria dewasa di atas usia 30 tahun, sebaiknya lakukan ejakulasi 2 kali seminggu dan pria di atas usia 50 tahun setidaknya seminggu sekali. Untuk pria muda 2 sampai 3 kali sehari mungkin akan baik-baik saja. Tapi ini bukanlah aturan, hanya pedoman menurut pengamatan ilmiah modern.



:: SUMBER ::

Rabu, September 07, 2011

Agar anak pinter bicara, ajari 2 bahasa sejak bayi

Bayi bisa diajari dua bahasa (bilingual) sejak mereka baru lahir. Penelitian terbaru pun membuktikan bayi bilingual memiliki kemampuan bicara yang lebih baik saat mereka memasuki usia balita.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Phonetics. Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan di University of Washington's Institute for Learning & Brain Sciences.

Dari penelitian itu terungkap, bayi yang dibesarkan dengan dua bahasa, otaknya di masa depan lebih fleksibel mempelajari bahasa lainnya. Kemampuan otak bayi tersebut akan semakin meningkat jika mereka mendengar banyak bahasa di rumah.

Dalam penelitian itu, peneliti membandingkan antara bayi yang hanya diajari satu bahasa atau monolingual (bahasa Inggris atau Spanyol) dan bayi bilingual (diajari bahasa Inggris dan Spanyol). Para bayi tersebut kemudian diukur aktivitas otaknya dengan alat electroencephalogram atau EEG. Alat tersebut merekam arus energi di otak.

Para bayi kemudian diperdengarkan suara yang bicara dengan satu bahasa. Lalu suara lain muncul dalam bahasa yang berbeda.

Saat otak bisa mendeteksi suara lain tersebut, akan muncul pola yang disebut respon 'mismatch'. Respon tersebut bisa terlihat dengan alat EEG.

Setelah diteliti, bayi monolingual berusia 6-9 bulan menunjukkan mereka bisa merespon saat mendengar bahasa Inggris dan Spanyol. Artinya para bayi tersebut menyadari adanya perubahan saat munculnya suara dengan bahasa lain.

Namun di usia 10-12 bulan, bayi monolingual hanya merespon pada suara berbahasa Inggris. Sementara bayi bilingual menunjukkan hal berbeda.

Pada usia 6-9 bulan, bayi bilingual tidak menunjukkan respon 'mismatch'. Namun di usia 10-12 bulan mereka menunjukkan respon pada suara dengan dua bahasa berbeda itu.

Pemimpin penelitian itu Adrian Garcia-Sierra menjelaskan bayi bilingual punya pola yang berbeda dalam mempelajari bahasa, dibandingkan bayi monolingual. "Saat otak diperkenalkan pada dua bahasa, ketimbang hanya satu, respon mereka bertahan lama ketimbang bayi yang hanya diajari satu bahasa," jelasnya.

Untuk melihat respon otak pada bayi berusia 10-12 bulan itu mempengaruhi kemampuan bicaranya atau tidak, para peneliti melanjutkan penelitian mereka sampai si bayi berusia 15 bulan. Peneliti ingin melihat berapa banyak kata bahasa Inggris dan Spanyol yang diketahui bayi-bayi tersebut.

Dari penelitian itu diketahui, bayi yang diperkenalkan pada berbagai bahasa sejak dini memiliki kemampuan bicara yang lebih baik. Bayi bilingual yang diperkenalkan bahasa Inggris oleh orangtua, saudara, dan orang dewasa lainnya juga bisa bicara banyak dalam bahasa Inggris.

"Otak bayi bilingual sangat luar biasa karena itu merefleksikan kemampuan manusia untuk berpikir fleksibel. Bayi bilingual belajar bahwa suatu obyek dan peristiwa punya dua bahasa. Fleksibilitas di antara kedua hal itu menjadi latihan yang baik untuk otak," ujar wakil pemimpin penelitian tersebut, Patricia Kuhl.

"Mempelajari bahasa kedua sama seperti olahraga. Semakin sering dilatih akan semakin ahli," tambahnya.


:: SUMBER ::

Sabtu, Agustus 13, 2011

172 Kata " I Love You " Dari Beberapa Negara

(Dalam bahasa daerah di Indonesia) :


1. Aceh – loen galak ngon gata
2. ambon : beta cinta os lebe
3. Banggai - sa suka sama ngana
4. Bangka – ku nek kek ka
5. Bali - bli tresna ken adi
6. Banjarmasin – unda katuju’ lawan ikam
7. Batak Karo – ngena ateku kam
8. Batak Toba – holong rohakku tu ho
9. Bugis – u puji’ki an’dri
10. Betawi – gue cinte ama elu
11. Dayak (kenyah) – ake uba iko
12. Gayo – aku cinta orom ko
13. Jakarta – abang demen ame eneng
14. Jawa – Aku tresno karo kowe – kulo tresno karo kowe – Kulo tresna Panjenengan(halus)
15. madura : sengkok tero kabebna
16. Manado – kita suka pangana
17. Padang – ambo senang siko — Aden suko jo kau
18. pakpak : kelleng atengku bamu
19. Palembang – aku cinto bedebek samo kau
20. Sunda – abdi bogoh ka anjeun
21. Suroboyo – aku cinta kön, c*k!!!
22. timor : beta talalu cinta deng lu


(Dalam Bahasa Asing)


1. Afrikaans – Ek is lief vir jou
2. Albanian – te dua
3. Alentejano (Portugal) – Gosto De Ti, Porra!
4. Alsacien (Elsass) – Ich hoan dich gear
5. Amharic (Aethio.) – Afekrishalehou
6. Arabic – Ana Ahebak / Ana Bahibak
7. Armenian – yes kez shat em siroom
8. Assamese – Moi tomak bhal pau
9. Assyr – Az tha hijthmekem
10. Bahasa Malayu (Malaysia) – Saya cinta mu
11. Bambara – M’bi fe
12. Bangla – Ami tomakay bala basi
13. Bangladeschi – Ami tomake walobashi
14. Basque – Nere maitea
16. Bavarian – tuI mog di
17. Belarusian – Ya tabe kahayu
18. Bengali – Ami tomake bhalobashi
19. Berber – Lakh tirikh
20. Bicol – Namumutan ta ka
21. Bisaya – Nahigugma ako kanimo
22. Bolivian Quechua – Qanta munani
23. Bosnian – Ja te volim (formally) or volim-te Turkish seni seviyorum
24. Bulgarian – As te obicham
25. Bulgarian – Obicham te
26. Burmese – chit pa de
27. Cambodian (to the female) – bon saleng oun
28. Cambodian (to the male) – oun saleng bon
29. Canadian French – Je t’adore (”I love you”)
30. Canadian French – Je t’aime (”I like you”)
31. Catalan – T’estim (mallorcan)
32. Cebuano – Gihigugma ko ikaw
33. Chamoru (or Chamorro) – Hu guaiya hao
34. Cherokee – Tsi ge yu i
35. Cheyenne – Ne mohotatse
36. Chichewa – Ndimakukonda
37. Chickasaw – Chiholloli (first ‘i’ nasalized)
38. Chinese – Ngo oi ney a (Cantonese)
39. Chinese – Wuo ai nee (Mandarin) — wo ai ni
40. Corsican – Ti tengu cara (to female)
41. Corsican – Ti tengu caru (to male)
42. Creol – Mi aime jou
43. Croatian – Volim te (used in common speech)
44. Czech – Miluji Te
45. Danish – Jeg elsker dig
46. Dutch – Ik hou van jou
47. Dutch – Jeg elsker dig
48. Ecuador Quechua – Canda munani
49. English – I love thee (used only in Christian context)
50. English – I love you
51. Eskimo – Nagligivaget
52. Esperanto – Mi amas vim
53. Estonian – Ma armastan sind / Mina armastan sind (formal)
54. Ethiopia – afekereshe alhu
55. Faroese – Eg elski teg
56. Farsi – Tora dost daram
57. Filipino – Mahal ka ta — mahal ki ta
58. Finnish (Minä) rakastan sinua
59. Flemish (Ghent) – ‘k’ou van ui
60. French (formal) – Je vous aime — French (non-formal) = Je t’aime
61. Friesian – Ik hald fan dei
62. Gaelic – Tá mé i ngrá leat
63. Galician – Querote (or) Amote
64. Georgian – Miquar shen
65. German – Ich liebe Dich
66. Ghanaian – Me dor wo
67. Greek – agapo se
68. Greek – S’agapo
69. Greenlandic – Asavakit
70. Gronings – Ik hol van die
71. Gujarati – oo tane prem karu chu
72. Hausa – Ina sonki
73. Hawaiian – Aloha au ia`oe
74. Hebrew – Ani ohevet ota
75. Hiligaynon – Guina higugma ko ikaw
76. Hindi – Main tumsey pyaar karta hoon / Maine Pyar Kiya
77. Hmong – Kuv hlub koj
78. Hokkien – Wa ai lu
79. Hopi – Nu’ umi unangwa’ta
80. Hungarian – Szeretlek te’ged
81. Icelandic – Eg elska thig
82. Ilocano – Ay ayating ka
83. Indi – Mai Tujhe Pyaar Kartha Ho
84. Indonesian – Saya cinta padamu (’Saya’ –> ‘Aku’
85. Inuit – Negligevapse
86. Iranian – Mahn doostaht doh-rahm
87. Irish – taim i’ ngra leat
88. Italian – Ti amo/Ti voglio bene
89. Japanese – Anata wa, dai suki desu / watashiwa, anata aishiteimasu
90. Javanese (formal) – Kulo tresno marang panjenengan
91. Javanese (informal) – aku tresno kowe
92. Kannada – Naanu ninna preetisuttene
93. Kapampangan – Kaluguran daka
94. Kenya (Kalenjin) – Achamin
95. Kenya (Kiswahili) – Ninakupenda
96. Kikongo – Mono ke zola nge (mono ke’ zola nge’)
97. Kiswahili – Nakupenda
98. Konkani – Tu magel moga cho
99. Korean – SA LANG HAE / Na No Sa Lan Hei
100. Kurdish – Khoshtm Auyt
101. Laos – Chanrackkun
102. Latin – Te amo
103. Latvian – Es mîlu Tevi
104. Lebanese – Bahibak
105. Lingala – Nalingi yo
106. Lithuanian – As Myliu Tave
107. Lojban – mi do prami
108. Luo – Aheri
109. Luxembourgeois – Ech hun dech gäer
110. Macedonian – Jas Te Sakam
111. Madrid – lingo Me molas, tronca
112. Malaysia – Saya cintamu / Saya sayangmu / Aku sayang enkow / Sayah Chantikan Awah
113. Malayalam – Njyaan Ninne’ Preetikyunnu
114. Mohawk- Konoronhkwa
115. Navaho – Ayor anosh’ni
116. Norwegian – Eg elskar deg (Nynorsk)
117. Osetian – Aez dae warzyn
118. Persian – Tora dost daram
119. Polish Kocham – Cie / Ja cie kocham
120. Portuguese – Amo-te / Eu te amo
121. Romanian – Te iu besc
122. Russian – Ya vas liubliu / ya liubliu tebia / ya tebia liubliu / Ya polyubeel tebya.
123. Scot – Gaelic Tha gra\dh agam ort
124. Serbian – LUBim te.
125. Serbocroatian – volim te
126. Shona – Ndinokuda
127. Sinhalese – Mama oyata adarei
128. Sioux – Techihhila
129. Slovak – lubim ta
130. Slovene – ljubim te
131. Spanish – Te quiero / Te amo
132. Srilankan Mama Oyata Arderyi
133. Swahili – Naku penda (followed by the person’s name)
134. Swedish – Jag a”lskar dig
135. Swiss-German Ch’ha di ga”rn
136. Syrian – Lebanes BHEBBEK (to a female) / Lebanes BHEBBAK (to a male)
138. Tagalog – Mahal kita
139. Tamil – n^An unnaik kAthalikkinREn (I love you)
140. Telugu – Neenu ninnu pra’mistu’nnanu
141. Thai – Ch’an Rak Khun / Phom Rak Khun
142. Tunisian – Ha eh bak *
143. Turkish – Seni seviyo*rum (o* means o)
144. Ukrainian – ja tebe koKHAju (real true love)
145. Vietnamese – Em ye^u anh (woman to man) / Anh ye^u em (man to woman)
146. Welsh – ‘Rwy’n dy garu di.
147. Yiddish Ich libe dich
148. Yugoslavian – Ya te volim
149. Zazi – Ezhele hezdege (sp?)
150. Zuni – Tom ho’ ichema
151. Zulu – Ngiyakuthanda!